Proses Dan Tahapan Menjadi Dokter Spesialis

Menjadi dokter bisa jadi adalah dambaan semua orang. Akan tetapi tak semua orang bisa mendapat apa yang mereka inginkan. Selain karena kendala biaya banyak juga yang mendapatkan kendala waktu. Selain itu beberapa orang juga kurang memahami bagaimana tahapan serta proses untuk menjadi dokter. Menjadi seorang dokter bukan lah hal yang mudah, terlebih lagi jika itu adalah dokter spesialis. Seorang dokter harus menempuh beberapa jalur pendidikan lebih dulu agar bisa menjadi dokter spesialis. Bagi yang ingin lebih banyak mendapat pengetahuan bisa dengan menggunakan bimbel kedokteran Jakarta yang bisa membawa akses dan pastinya pengetahuan yang lebih banyak. Terdapat beberapa tahapan yang bisa dilakukan agar mendapat gelar spesialis.

Tahapan Pendidikan Akademik Kedokteran

Tahapan pertama yang harus dilakukan oleh calon dokter adalah melalui tahapan pendidikan akademik. Tahapan ini merupakan tahapan dimana dokter yang menempuh pendidikan melalui pembelajaran teori mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kodokteran. Adanya pendidikan akademik ini membuat calon dokter atau tenaga kesehatan harus melalui beberapa semester di awal pendidikan mereka. Pada semester satu dan dua para calon tenaga pekerja kesehatan ini hanya akan melakukan pembelajaran teori saja. Pembelajaran teori memang tidak terlalu banyak memakan waktu di dalam kuliah jurusan dokter sebab nantinya selama lima bulan setelahnya calon dokter ini akan mengikuti kuliah ketrampilan.

Pada tahapan ketrampilan ini lah para calon penerus dokter ini melakukan praktek di rumah sakit. Praktek tersebut didampingi oleh dokter senior dan juga tenaga ahli lainnya agar lebih memiliki pengalaman. Selain itu, setelah proses pendidikan materi dan praktek diselesaikan masih ada tahapan lain yang harus dilakukan. Tahapan tersebut adalah tahapan ujian. Ujian ini dilakukan oleh pihak-pihak yang sesuai dengan ketrampilan masing-masing. Saat lulus ujian ini setiap tenaga kesehatan harus ujian sertifikasi lebih dulu agar mendapat lisensi untuk melakukan pekerjaan. Lisensi ini tersebut. Lisensi ini disebut STR dan harus diperbarui setiap kali masa waktu untuk hal tersebut habis. Jika telah memiliki STR ini maka ijin praktek milik dokter tersebut akan dikeluarkan.

Tahapan Pendidikan Profesi

Tahapan yang kedua adalah tahapan pendidikan profesi. Tahapan ini hanya bisa dilakukan jika dokter telah memenuhi tahapan yang pertama. Untuk mendapatkan pendidikan profesi, dokter harus lebih dulu memilih spesialisasi apa yang ingin mereka lakukan. Hal ini tentu saja bertujuan untuk memastikan apakah mereka punya kemampuan dalam bidang tersebut. Pada tahapan ini langkah yang harus dilakukan adalah memutuskan apa yang ingin diambil. Untuk bisa mempelajari ilmu kedokteran lebih tinggi lagi dibutuhkan waktu dari empat hingga enam tahun untuk mengambil jalur spesialis. Waktu ini juga tak bisa ditentukan begitu saja tetapi tergantung dari mahasiswa atau dokter yang mengikutinya. Ketika menjalani pendidikan profesi spesialis dokter harus siap untuk menyediakan waktu. Mereka harus bisa mengatur waktu antara belajar, bekerja dan juga membuat tesis atau proposal. Hal tersebut yang membuat biaya untuk datang ke dokter spesialis menjadi lebih mahal. Apabila telah mendapatkan titel dengan ujian kelulusan ini maka dokter tersebut sudah bisa melakukan praktek. Pendidikan profesi spesialis banyak jenisnya, spesialisasi yang banyak dicari adalah spesialis anak, syaraf, kecantikan hingga spesialis kandungan. Waktu yang lumayan lama ditempuh ini lah yang membuat banyak dokter spesialis rata-rata memiliki umur yang lebih tua. Namun, apapun jurusan yang diambil semua bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.