Karakteristik Pohon Matoa

Pohon Matoa, juga dikenal dengan nama ilmiah sebagai Pometia pinnata adalah spesies tumbuhan berbunga di keluarga Boonaceae . Spesies ini diperoleh oleh JR Forst. & G. Forst. deskripsi ilmiah pertama pada tahun 1775. Tersebar luas di alam liar, hidup di seluruh Asia Tenggara, Malesia, dan pulau-pulau di Samudra Pasifik.

Karakteristik Pohon Matoa

  • Pohon Matoa berkembang menjadi pohon sedang, tumbuh hingga 40 m, tapi rata-rata tinggi yang ada di Papua sektiar 18 meter dan memiliki diameter rata-rata 100 cm.
  • Daun majemuk berbulu. Buahnya berwarna hijau, kuning, atau merah tua hingga sepanjang 4 cm (1,6 in), masing-masing dengan satu biji dikelilingi oleh bulu yang berdaging. Buahnya, seperti buah leci, dapat dimakan dan buah yang populer untuk dimakan karena rasanya yang manis.
  • Pohon Matoa mulai berbunga mulai bulan Juli sampai bulan oktober, dan setelah 3 sampai 4 bulan kemudian akan tumbuh buah. Pohon satu ini bisa kita temukan di hampir seluruh dataran rendah di Papua, karena pohon ini tumbuh dengan baik di daerah yang tanahnya kering dan memiliki iklim dengan curah hujan yang cukup tinggi sampai 1200 mm per tahun.
  • Tidak hanya di papua, Matoa juga banyak ditemukan di Maluku, Sulawesi dan Papua New Guinea.
  • Di Papua sendiri ada 2 jenis pohon matoa yang banyak ditemukan ada Matoa Papeda dan matoa Kelapa. Perbedaan dari kedua jenis ini ada pada tekstur buahnya. Matoa Kelapa memiliki daging buah yang kenyal sedangkan untuk matoa papeda memiliki daging buah yang lembek dan lengkat.